Senin, 14 Februari 2011

Tugas 3 : Perencanaan, Instruksi dan Teknologi

Pembahasan : Perancanaan instruksional adalah pengembangan atau penyusunan strategi yang tertata untuk merencanakan pelajaran. Di sini, guru perlu menentukan seperti apa dan bagaimana mereka akan mengajar. walaupun beberapa momen instruksional yang baik terkadang terjadi secara sepontan, pelajaran masih tetap harus di perhatikan dengan cermat.
Memang terkadang terasa sangat meletihkan jika harus meluangkan waktu untuk membuat rencana pelajaran. Namun, rencana ini akan membuat guru menjadi lebih percaya diri, membantu guru untuk memasukkan topik-topik yang amat penting dan dapat memaksimalkan waktu mengajar guru ketika berada di kelas.
Perancanaan instruksional mungkin di wajibkan oleh sekolah dimana tempat guru mengajar, banyak kepala sekolah dan para pengawas sekolah meminta guru untuk membuat perencanaan mereka secara tertulis dan dalam beberapa kasus guru diminta untuk memberikan hasil perencanaan belajar mereka sebelum mengajar. Ketika guru berada di kelas, para pengawas mungkin akan menilai apakah pengajaran sudah sesuai dengan rencana atau belum.
Robert Yinger (1980) mengidentifikasikan lima rentang waktu perencanaan guru yaitu, perencanaan tahunan, perencanaan term, perencanaan unit, perencanaan mingguan, dan perencanaan harian,
Yinger juga merekomendasikan agar guru juga memperhatikan empat area ketika sedang merencanakan pelajaran, yaitu tujuan, sumber informasi, bentuk rencana, dan kriteria keefektifitasan perencanaan .
Walaupun perencanaan adalah dimensi utama dari pengajaran yang efektif, jangan terlalu banyak mengatur rencana. Rencana harus di susun secara rapi dan di jalankan dengan baik sesuai denagn kenutuhan murid.

(sumber: psikologi pendidikan, John W santrock)

Permasalahan : Apakah suatu perencanaan belajar yang di buat secara tertulis oleh guru, perlu di ketahui oleh murid di sekolah? jika perlu apakah itu menjamin murid dapat lebih memahami proses belajar? jika tidak, apakah bisa menjamin perencanaan yang di buat guru sudah cocok dengan karakteristik belajar murid dalam memahami pelajaran?

Pandangan dan Penilaian Kelompok Terhadap Penggunaan E-mail dan Blog



Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mk.psikologi pendidikan 3 sks ta. 2010/2011 harus memiliki e-mail dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya?
Menurut kelompok kami, penggunaan e-mail dan blog dalam kegiatan perkuliahan khususnya dalam mk. Psikologi Pendidikan sangat menarik dan juga penting, karena dapat menjadi salah satu cara yang efektif dalam kegiatan belajar-mengajar. Pengunaan e-mail dan blog dapat melatih kita supaya tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi yang ada. Selain itu, kita jadi terbiasa untuk memanfaatkan jaringan internet sebagai media pembelajaran. Karena selain dari buku, sumber pelajaran lainnya bisa kita dapatkan melalui internet. Selain praktis, penggunaan internet juga dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
E-mail dan blog dapat menjadi suatu langkah awal dalam mengenalkan teknologi kepada para murid. E-mail dan blog dapat dikategorikan sebagai e-learning (electronic learning) atau pembelajaran berbasis jaringan internet. Selain untuk searching serta sarana belajar, e-mail dan blog dapat juga berfungsi sebagai wadah komunikasi antara dosen dengan mahasiswa/i dan antara mahasiswa/i yang satu dengan yang lainnya tanpa melalui tatap muka langsung. E-mail dan blog juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan tugas kepada dosen dalam bentuk softcopy, karena lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi pemakaian kertas yang berlebihan.
Di Medan, penggunaan e-mail dan blog atau e-laerning belum begitu efektif di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi. Hanya beberapa saja yang sudah memanfaatkannya sebagai sarana pembelajaran.
Jadi, e-learning dapat menjadi suatu cara yang efektif dalam menunjang proses kegiatan belajar-mengajar. Untuk itu, diperlukan kegiatan sosialisasi yang lebiih mendalam mengenai penggunaan serta manfaat e-learning ke berbagai sekolah-sekolah serta perguruan tinggi.

Kamis, 27 Januari 2011

perangkat pengajaran secara efektif

Permasalahan : Apakah strategi pengajaran secara konstruktivisme harus diterapkan dalam proses pembelajaran? Dan apakah itu termasuk dalam pengajaran yang efektif ?

Pembahasan : konstruktivisme adalah cara pengajaran dimana seorang murid ditekankan untuk memahami dan mengetahui setiap materi pembelajaran.
 di sini, guru tidak sekedar memberi informasi ke pikiran anak. tapi anak juga dituntut untuk mengeksplorasi pemikiran mereka agar menjadi lebih kritis. sejauh ini konstruktivisme juga menekankan pada anak-anak saling bekerja sama dalam belajar, karena seorang guru yang menganut sistem ini tidak akan membiarkan anak-anak sekedar menghafal,
tetapi tidak semua guru setuju dengan pandangan ini, karena dianggap bahwa guru juga harus mengarahkan dan mengontrol cara blajar anak. dan cara ni juga sering kali dianggap tidak fokus pada tugas akademik dasar dan kurang memerhatikan prestasi anak.

Sumber:
Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. J.W. Santrock.